
KKMP Banjarsari, Kota Surakarta, memberikan contoh bagaimana koperasi dapat mulai bekerja tanpa menunggu fasilitas permanen. Pemprov Jawa Tengah melaporkan koperasi ini mulai beroperasi sejak September 2025 dan pada enam bulan pertama 2026 membukukan omzet lebih dari Rp300 juta.
Dari 32 menjadi sekitar 130 anggota
Jumlah anggota disebut meningkat dari 32 menjadi sekitar 130 orang, mayoritas pelaku UMKM. Koperasi menjual kebutuhan pokok dan pada saat yang sama bekerja sebagai pembeli atau offtaker produk UMKM, sehingga produk lokal memperoleh saluran pemasaran.
Untuk distribusi kebutuhan pokok, koperasi menggandeng Bulog, ID Food, dan distributor lain. Tujuannya adalah memperpendek rantai distribusi, menjaga pasokan, dan memperoleh harga yang lebih kompetitif.
Operasional lebih dulu, gedung kemudian
Aktivitas awal koperasi berlangsung dari garasi rumah ketua koperasi sebelum berpindah ke rumah dinas lurah yang tidak ditempati. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa manfaat kepada anggota dan warga dapat menjadi prioritas selama tata kelola, legalitas, dan kegiatan usaha dijalankan secara bertanggung jawab.
